DeJaVu
Januari 5, 2010
![]()
Lilin itu tidak berpijar dengan sendirinya.
Ia membutuhkan campur tanganmu.
Bagaimana menjaganya untuk tetap berpijar,
dan terkala redup.
Hingga menunggu waktu, kapan saatnya dapat berpijar kembali.
Seperti DeJavu,.
Tuhan,
Comfortable, No description
Januari 5, 2010
Nyaman.
Itu adalah satu kata yang mencakup semua cara-caramu memberikan cinta yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Berawal dari sejumlah lelucon cerdas yang setiap hari menguasai sisi gelap melankolia. Setiap tingkahmu, gerak gerik tubuhmu, raut wajahmu, lesung senyummu, bahkan jauh sampai ke dalam pikiranmu. Pikiran yang selalu menguasai emosi dengan stabil, tau kapan harus membebaskan dan menjaga, membiarkan semuanya terjadi apa adanya.

Satu kata nyaman itu…hanya menghabiskan waktu untuk menjelaskan kepadamu, bagaimana dan dimana letak rasanya. Menghabiskan hari, yang terus menerus tidak tau lagi bagaimana rasanya menangis haru. Juga, membuat kata-kata terindah yang aku tidak tau cara merangkainya.
Tidak cukupkah kamu mengerti,
bahwa nyaman sudah mencakup semua kebahagiaan darimu.
Rasa nyaman ini tidak perlu penjabaran,
Rasa nyaman ini hanya perlu dijaga dan kadang butuh dibebaskan.
Ya, seperti ini rasanya…
Always be my favourite
Januari 5, 2010

When we first fell in love
I thought that nothing could compare
To the magical romance
That you and I had come to share.
But as time passed, feelings deepened,
And our closeness grew
The romance turned into
A real and lasting love with you.
You care for me in all the ways
I want and need so much.
I’ve felt your warmth and tenderness
With every word and touch.
I know I can depend on you
For support and honesty,
That patient understanding
That you always give to me.
There’s a special kind of happiness
That only love can bring,
And I’ve found that happiness with you…
You always be my favourite.
Real..
Januari 5, 2010
![]()
Hanya dengan satu tatapan,
Hanya dengan satu dekapan saja,
Kamu bisa membuatku.
Diam…
Proses
Januari 5, 2010
Bayangkan, ketika hari itu aku mulai berjalan lambat kemudian jatuh. Hal itu tidak semudah angan bahwa bangun, berjalan cepat, hingga berlari tidak membutuhkan waktu sedikit untuk kembali mempelajarinya. Ketika dia, atau mereka yang datang kepadaku mengingatkan kembali bagaimana cara untuk memulai dari awal lagi, memulai untuk bangkit kembali, aku berterima kasih, dan tentu saja, proses itulah bagian terpenting, bukan pada saat aku dapat berjalan cepat hingga berlari.
Air mata dan tawa itu selalu ada dalam setiap langkah dan proses,
Dan kita mulai mengerti artinya mengisi dan menghargai setiap langkah-langkahnya.
Tapi, ketika kamu yang semudah itu menjatuhkanku hanya dalam sekejap.
Dan kamu yang kembali dalam keadaan aku telah berjalan, berlari dan tegap berdiri.
Kamu, tidak ada dalam semua bagian proses itu.
Tidak ada.
Karna aku sudah berdiri tegap seperti ini,
proses apa yang harus dimulai??
Masa lalu
November 14, 2009

2 tahun itu bukan yang sebentar, rentang 2 tahun yang memisahkan kita di berbagai musim dan keadaan, sudah mengikis habis kenangan yang tersimpan. Lalu, kau kembali dengan separuh hati miliknya, dan kau pun juga menginginkanku kembali dengan puing-puing kenangan kita yang hampir hilang dan hanyalah berbekal rindu. Tidak mengertikah, kita memang ditakdirkan bertemu pada keadaan yang salah, dan waktu yang salah, hingga kita masih saja tetap cerai berai.
terlanjur,
sudah hilang sebagian rasa,
Bahwa kita hanyalah peran masa lalu,
yang sedikit demi sedikit telah memudar.
17 Tahun tepatnya
Oktober 19, 2009
Ingat, Kapan terkahir kali kamu berhenti memegang botol susu??
Ingat, Kapan terakhir kali kamu merayakannya bersama dengan keluargamu?
Ingat, Foto-foto mungil yang terselip dalam buku-buku album kenangan?
Ingat, Bertumpuk-tumpuk keranjang mainan yang tersusun rapih di gudang?
Aku tahu bahwa kamu adalah pria lucu yang tidak pernah mengakui
Bahwa dirimu Pemalu, sedikit bicara dan besar gengsimu yang selalu takut dinilai orang sebagai anak norak, anak mami atau anak kampungan.
Tempramen yang terkadang menghambatmu dalam kedewasaan emosional.
Namun jauh dan terlepas dari itu, hatimu peka rasa
Terlalu peduli dengan kata-kata orang
Karna aku sering melihatmu terkadang bisa menangis karna luka.
Oh, hei!
Jangan bilang kakakmu ini alay, alias anak lebay
Yang menanggapi semuanya selalu berlebihan.
Aku kadang hanya menanggapinya terlalu bergembira
menunjukkan apresiasi kepada banyak orang
Dan ingin sedikit saja dihargai, walaupun kamu tidak pernah menghargainya.
Hitung saja,
Kita pernah tinggal dalam 17 tahun 1 atap merangkai mimpi bersama-sama,
Dan yang ke 17-nya, tidak lagi,
karna kita mencari tujuan mimpi sendiri-sendiri
Meskipun terpisah oleh kota
Meskipun kita saling mengejek dalam tawa
Meremehkan satu sama lain
Saling merengek dan bertengkar
Kita tetap satu kandung darah, satu saudara
Sebagai adik dan kakak
Yang akan selalu mengingat hari ultah saudara kandungnya

Bait ini aku persembahkan untukmu
Selamat Ulang Tahun Adikku, yang ke 17 tahun tepatnya.
Semoga filosofi hidup yang mengikutimu menjadikanmu lebih dewasa
Semoga Tuhan memberkati hari-harimu.
ke-370
Oktober 19, 2009

Aku menulis dengan hati dan perasaan
1 prosa, 2 prosa…
1 baris, 2 baris. …
1 bait, 2 bait….
Meretas makna dalam sunyi
Mencari filosofi hidup
…….
Sesampainya di titik hening
Aku berhenti menulis
Untuk apa aku lanjutkan
Buah karya,
ke-370
Terjawab dengan rasa
Oktober 19, 2009

Mendengar suaramu, sudah seperti mengobati rindu.
Namun sebentar saja, tidak ingin kulanjutkan untuk mendengar.
Perlahan air mata kita jatuh, sudah buatku mengerti apa yang terbesit dalam nuansa perasaan.
Seberapa banyakpun kau bertanya, Aku diam dalam air mata.
Dan mungkin kau tetap berusaha menemuiku di setiap sudut ruang kota. Hanya untuk memuaskan hatimu yang tertutup rindu yang berkelana mencari jawaban dariku yang selalu bungkam.
Seberapa lirih suaramu bergetar rendah, sudah buatku mengerti menyesali keadaan ini.
Seberapa banyak juangmu mengalahkanku dalam keadaan ini.
Mencoba membangkitkan rasa gembira yang palsu untuk mengalihkanku.
Aku tetap terjaga, bahwa kita berada diruang kenyataan yang tidak lagi Satu.
Aku tetap diam, aku bungkam
Tidak butuh lagi jawaban, tidak mengerti mana diantara satu yang benar.
Selain nada lirih suara dan air mata.
Yang menjawab semua rasa. Dan aku pun tau,
Begitu juga denganmu.
Kita sama-sama tidak bahagia.
Balada ego
Oktober 19, 2009

Ego…mengapa terkadang bikin sakit?
Ego membuatku bahagia, tetapi tidak dengan dia???
Tidak akan..
Caraku mencintai tidak selalu ditutupi ego yang bengis.
Caraku mencintai membiarkan seseorang yang aku sayang bisa bahagia,
Meskipun aku rela berkorban sakit, karna aku menyayanginya
Dalam hati berkata,
Kamu sayang dengannya?
Bercanda!!
Kamu sayang tapi membuat hatinya sakit dan menangis.
Mencintai adalah membuat dia bahagia, bukan membuat dia menangis dan dipaksa.
Ya, itulah balada ego memiliki
Membuat menang sendirian tanpa peduli esensi sayang untuk membahagiakan orang yang dicintai
Lanjutkan ego,
Dan temui sendiri jawabannya
Selain duka dan lara atas satu yang menang.
Dipaksa…
Mendapatkan raga bukan jiwa.