Asa

Kamu tau? lampu itu tidak bersinar seperti apa yang terlihat. Hanya percikan-percikan cahaya kecil yang bergumul. Hingga membuatnya terlihat berpijar dan tak pernah redup. Mungkin aku, masih saja menjadi percik-percik kecil. Menjadi Kumparan asa dan Letupan harapan….

Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Unkam  On Oktober 2, 2010 at 5:06 am

    Besar belum tentu bagus, bagai api membakar kampung.
    Bukankah yang kecil bisa jadi besar,
    Biar kecil asal menyuluh bagai obor dalam goa.
    Asamu kau asah hingga tajam, lalu kau tusukkan tepat di jantung cita-cita.

    Nyambung gak ya…? ^__^ :) makalum saya baru blajar berpuisi
    salam kenal,
    Mampir ke blogku ya…. klik Unkam

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.