Terjawab dengan rasa

Oktober 19, 2009


Mendengar suaramu, sudah seperti mengobati rindu.
Namun sebentar saja, tidak ingin kulanjutkan untuk mendengar.
Perlahan air mata kita jatuh, sudah buatku mengerti apa yang terbesit dalam nuansa perasaan.
Seberapa banyakpun kau bertanya, Aku diam dalam air mata.
Dan mungkin kau tetap berusaha menemuiku di setiap sudut ruang kota. Hanya untuk memuaskan hatimu yang tertutup rindu yang berkelana mencari jawaban dariku yang selalu bungkam.
Seberapa lirih suaramu bergetar rendah, sudah buatku mengerti menyesali keadaan ini.
Seberapa banyak juangmu mengalahkanku dalam keadaan ini.
Mencoba membangkitkan rasa gembira yang palsu untuk mengalihkanku.

Aku tetap terjaga, bahwa kita berada diruang kenyataan yang tidak lagi Satu.
Aku tetap diam, aku bungkam

Tidak butuh lagi jawaban, tidak mengerti mana diantara satu yang benar.
Selain nada lirih suara dan air mata.
Yang menjawab semua rasa. Dan aku pun tau,
Begitu juga denganmu.
Kita sama-sama tidak bahagia.

Balada ego

Oktober 19, 2009

Ego…mengapa terkadang bikin sakit?
Ego membuatku bahagia, tetapi tidak dengan dia???
Tidak akan..
Caraku mencintai tidak selalu ditutupi ego yang bengis.
Caraku mencintai membiarkan seseorang yang aku sayang bisa bahagia,
Meskipun aku rela berkorban sakit, karna aku menyayanginya

Dalam hati berkata,

Kamu sayang dengannya?
Bercanda!!
Kamu sayang tapi membuat hatinya sakit dan menangis.
Mencintai adalah membuat dia bahagia, bukan membuat dia menangis dan dipaksa.

Ya, itulah balada ego memiliki
Membuat menang sendirian tanpa peduli esensi sayang untuk membahagiakan orang yang dicintai
Lanjutkan ego,
Dan temui sendiri jawabannya
Selain duka dan lara atas satu yang menang.
Dipaksa…
Mendapatkan raga bukan jiwa.

Bahagia di ruang pilu

Oktober 17, 2009

Sungguh,

Jiwaku

aku membiarkan rasa ini berlalu, ini semua tidak membuatku geram. Meskipun keagungan cinta itu harus terpendam beribu-ribu debu. Keagungan itu trus ada meskipun tertimbun lebih mengakar. Rasa itu jauh lebih mengena di hatimu, meskipun aku di ruang bungkam dan tenggelam, hingga luka hati menganga lebar.

jiwamu..

takkan peduli seberapa kuat menghantammu, meskipun keadaan di luar sana memaksa menimbun ragamu. Jiwamu berusaha menampik, mencari daya menjumpai jiwaku, meskipun kadang membiarkan tubuhmu tertindih sakit, membiarkan ragamu terjebak lebih jauh dan sesat.

ragaku dan ragamu,

satu dalam goresan cinta, menahan hasrat bahagia di ruang pilu..

Engkau dan aku

Oktober 17, 2009

teruntuk engkau;

teruslah melenggang pada alurmu; tidak; tak usah perdulikan liku di jalanku
pun andai hujan masih memeluk hingga gigil menenggelamkanku dalam sepi, kau tak perlu tau itu
bukankah badai di penghujung senja lebih indah di matamu?

dan aku;

lentera yang kusembunyikan di sudut bayang-bayang kenangan hampir habis sumbu
pijarnya tak sekilau dahulu; ketika senja masih memukau dengan bias warna tanpa ragu
entah; dimana mentari sembunyikan wajahmu dari kalbu
hingga kemegahan cintamu tak lagi menawar beribu kepingan rindu

engkau dan aku;

tak kan jadi satu, hingga habis waktu

(copy paste: echanalukman from kemudian.com)

Daun-daun kering

Oktober 16, 2009

Aku membiarkan daun itu tumbuh.
berharap daun itu bisa menemani bunga yang menawan.
menambah warna yang berbeda dalam satu tangkai.
melengkapi keindahan satu sama lain.

tapi mengapa…
Daun takkan pernah hijau
Selalu menguning
dan lepas dari dahannya
bungapun ikut mengering seperti daun-daun yang tak lagi sanggup untuk menemani.

mengikuti musim
mengikuti waktu

ingin mengakhiri semuanya dengan air..
hingga daun itu tetap hijau ditempatnya
dan bunga itu tetap bertahan pada pucuknya.
hingga waktunya habis.
dan yang tersisa hanya.

daun dan bunga itu dulu..
pernah tumbuh dengan menawan di taman itu.
dan akan melekat dalam ingatan.

daun-daun kering.
aku masih mengingatmu…

Fragment

Oktober 15, 2009

Serpihan puzzle…and fragment.

Begitu aku menyebutnya. Sesuatu yang terlihat sempurna tidaklah penting.
Kamu mengerti, bahwa itu botolnya dan itu tutupnya.
Tapi apakah kamu mengerti cara memasangkannya?

Kamu mengerti itu potongan puzzlenya, bergambar kepala dan ada yang bergambar ekor.
Tapi apakah kamu mengerti bagaimana cara memasangkan kepala hingga ekornya menjadi suatu kesatuan?

Setiap orang pasti berbeda cara melakukannya dengan benar.
Ada yang memasang tutup botolnya miring,
ada yang memasang tutup itu dengan cara yang kasar,
ada yang memasangnya dengan cara mengikuti alur botolnya.
Hingga terpasang rapat dan tidak ada lagi air yang tumpah melalui celahnya.

Setiap orang juga pasti berbeda cara memasang puzzlenya,
ada yang dimulai dari ekor, ada yang dimulai dari kepala.
ada yang memasang terbalik, dan juga ada yang memasangnya dengan cara yang benar.

Mengetahui semua hal dengan mata, tetapi lupa
Lupa, bagaimana melakukan caranya dengan benar dan pas.

Dan setiap orang berbeda,
Setiap kamu mencoba bermain musik, membuat suatu masakan.
Setiap orang berbeda rasa, berbeda cara.
Naluriah.

dan akan tetap, tercerai berai.

Berhenti.
Kecuali,
Aku mengerti dengan pandangan mataku dan mengerti dengan caraku.
tidak ada yang saling melengkapi
hanya menemukan kembali potongan satu lagi.
hingga tidak lagi.

Fragment.

-original writing by windy-

Tanpamu

Agustus 24, 2009

Aku tau kamu mencoba membuatku berdiri di waktu aku sedang berlutut.
Dan mencoba mengangkatku ketika sedang tersungkur.
Tidak, aku baik-baik saja.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Dan kamu juga bisa melakukannya sendiri.
Karna ada akar mendasar yang tak cukup kuat untuk menopang ini semua.
Biarkanlah aku…tanpamu.

Agustus 14, 2009


True love doesn’t have happy ending.
It’s just simply,doesn’t end.

pembunuh cinta.

Agustus 14, 2009

Sedikit saja kamu masuk dalam wilayahku dan mencoba mengenalku.
Itu artinya kamu sudah mencoba mengangkat pedang denganku.
Sedikit saja kamu lukai aku, mengubah cinta menjadi pedang, dan hunuskan pedang itu ke arahku.
Dan tiba pengkhianatan itu merusak kulitku.
Lakukan saja!!
Aku punya segala cara, membuatmu tertusuk sampai dalam!
Dan Tak ada satupun orang yang tidak sakit terkena tusukan pedangku.
Tidak Tau?!! tunggu saja..aku akan membuatmu menjadi tau!!!

p.s: lebih baik diam tak melakukan apapun daripada berkhianat.

Soulmate

Agustus 14, 2009

Sejauh apapun kita terpisah. Seberat apapun mengarungi dunia. Urat nadi akan selalu mengalir deras setiap mengingatmu.
Gelap. Jika lamunanmu tak tergugah.
Bergetir. Mendengarkan alunan indah yang membengkokkan sanubarimu.
Lirih. Saat mulai merindu.
Soulmate. Adalah panggilan jiwa yang takkan pudar, sekalipun dilupakan.
Diam. Menikmati kata-katamu kepada teman-temanmu di luar sana.
Aku percaya jika panggilan jiwa itu selalu ada, pasti ada cara bagaimana menemukan kita kembali.
Sebanyak apapun gangguan di sana sini. Seribut apapun memekakkan telinga. Sebagus apapun hiasan di depan mata. Panggilan jiwa akan terus menyala. Memanggil namamu dan namaku. Berdesir menembus batas. Berpendar dalam gelap.. panggilan jiwa itu terus berdengung, dan aku tau siapa dy. Aku tau siapa dy.

p.s: dy yang kumaksud, terjawab dalam hati tapi tidak terucap melalui bibir.